Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Atribut Leadership Guru yang Membawa Perubahan Positif

 

5 Atribut Leadership Guru yang Membawa Perubahan Positif
Leadership Guru


Kepemimpinan sangat penting diperlukan bagi setiap orang, apalagi seorang guru. Guru bukan hanya sebagai pendidik, pelatih, pembina tetapi ia juga adalah sebagai pemimpin bagi murid-muridnya. Locus Leadhersip adalah kepemimpinan yang fokus terhadap perubahan. Ada beberapa atribut yang harus menyertai seorang pemimpin yang membawa perubahan adalah sebagai berikut:

Visionary and forward looking artinya mendorong murid mempunyai harapan di masa depan. Belajar bukan hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi guru juga harus berpikiran jauh kedepan dan mempunyai pandangan yang mampu menerjemahkan kemampuan masing-masing peserta didik ke arah yang lebih baik, sehingga segala potensi yang dimiliki oleh murid dapat diwujudkan pada mereka masih bersekolah atau bahkan setelah mereka lulus.

Inspiring artinya mampu memberikan inspirasi pada murid untuk menampilkan yang terbaik. Seorang guru tentu setiap hari akan selalu bertemu dengan murid-muridnya. Dari hari Senin sampai sabtu, mereka akan melihat sosok gurunya baik saat kegiatan pembelajaran atau saat di luar jam pembelajaran. Seringnya intensitas pertemuan tersebut membuat secara tidak langsung murid mengamati setiap gerak gerik, ucapan dan tindakan yang kita lakukan selama menjadi guru mereka. Hal inilah yang sebenarnya guru harus jeli dan lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu, karena pada dasarnya murid akan menjadikan guru sebagai sosok yang sempurna di mata mereka. Ketika guru menampilkan dan memberikan yang terbaik mulai dari cara mengajar, cara berperilaku, cara berpakaian dan hal positif lainnya, maka secara tidak langsung akan membuat murid terinspirasi dan menjadikan guru sebagai role model / panutan. Seorang guru juga harus senantiasa menebarkan kebaikan dan memotivasi murid-muridnya untuk semangat belajar, agar apa yang menjadi cita-citanya dapat tercapai. Guru sesekali juga dapat memberikan sebuah cerita inspirasi dari seseorang tokoh yang dapat menjadikan mereka kagum akan prestasi dan hal yang telah mereka perbuat untuk kemajuan bangsa dan masyarakat sekitarnya. Pemberian cerita inspirasi ini juga mampu menstimulasi murid agar mampu berkontribusi seperti tokoh yang dijelaskan.

Proaktif artinya bergerak tanpa menunggu perintah. Sebagai seorang guru tidak selamanya akan menemui suatu kemudahan dalam prosesnya. Banyak persoalan yang harus dihadapi dan kita harus sigap dan cekatan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Saat kita kesusahan, maka kita dapat meminta bantuan atau solusi kepada partner/guru lainnya yang satu sekolah. Namun, tidak selamanya kita harus selalu bergantung kepada orang lain. Pada suatu waktu kadang kita dihadapkan pada kondisi yang memaksa kita harus sendiri memutuskan suatu hal. Diperlukan adanya keberanian dan mau menanggung resiko yang akan diterima akibat dari keputusan tersebut. Bersikap proaktif sangat diperlukan oleh guru, agar kita tidak selamanya selalu bergantung dan menunggu bantuan dari siapapun. Jika kita hanya terus menunggu dan tidak berani untuk membuat suatu terobosan atau membuat sesuatu yang baru, justru kita hanya akan menjadi orang yang pasif dan tidak mempunyai inisiatif untuk melakukan suatu perubahan. Kita hanya terus terkungkung pada suatu masalah dan hal ini lama-lama akan menimbulkan kejenuhan. Oleh karena itu, disaat kita menemukan suatu kebuntuan dan keterbatasan baik terkait dengan sumber belajar, alat peraga, fasilitas atau sarpraas maka sudah sepatutnya kita sebagai guru harus cekatan dan mempunyai insting dan inisiatif untuk mencari solusi.

Adaptable to situation artinya cepat menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi. Sebagai seorang guru kita harus dapat dengan mudah untuk beradaptasi. Kita dituntut untuk mudah bergaul dengan siapapun dan dalam kondisi apapun. Kemampuan beradaptasi ini membuat kita dengan mudah membaur dan diterima di lingkungan yang baru. Kesadaran sebagai makhluk sosial juga harus dipahami oleh guru, karena pastinya setiap hari kita akan selalu bertemu dengan murid kita terlebih lagi dengan masyarakat sekitar sekolah. Kemampuan adaptasi ini, sangatlah penting bagi guru agar dirinya mampu berinteraksi dan mudah menyesuaikan sesuai dengan kondisi adat istiadat dan budaya yang kita datangi. Kita dapat membayangkan jika kita ditempatkan di sebuah sekolah yang jauh dari perkotaan, sinyal atau bahkan minimnya fasilitas sekolah, maka mau tidak mau kita harus menerima hal tersebut dan berusaha dengan cepat untuk beradaptasi dengan segala kekurangan tersebut. Kekurangan tersebut bukan menjadikan halangan tetapi justru menjadikan sebuah tantangan bagi guru untuk tetap berjuang dan mencari solusi dari semua kekurangan tersebut.  Kecepatan kita dalam beradaptasi juga membuat kita akan menjadi lebih terbiasa meskipun dengan keadaan yang serba kekurangan. Kemauan untuk menerima dan beradaptasi membuat kita secara perlahan melupakan segala keterbatasan yang ada di lingkungan tersebut dan secara perlahan kita mulai mencintai kondisi yang kita jalani setiap hari.

Honest artinya selalu mengedepankan kejujuran dalam berbagai hal dan di berbagai situasi yang menimpa. Guru dituntut untuk jujur baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Kejujuran yang dicontohkan oleh guru akan membuat peserta didik menjadi pribadi yang apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Peserta didik akan terbiasa menyampaikan apa yang mereka anggap benar dan mana yang dianggap salah.

Keberanian untuk mengatakan sesuatu secara jujur ini, akan menjadikan peserta didik mengerti arti penting dari sebuah kejujuran. Kejujuran akan membawa seseorang pada suatu jalan yang benar dan lebih mudah diterima dan dipercaya oleh banyak orang. Membiasakan bersikap jujur sedari kecil, secara tidak sadar kita telah menanamkan akhlakul karimah kepada peserta didik kita. Nantinya, saat anak setelah lulus dari madrasah atau saat beranjak remaja, pondasi tentang nilai kejujuran ini selalu terpatri dalam hati dan pikirannya. Mereka akan tidak mudah goyah dan tergoda untuk melakukan suatu tindakan tercela seperti berbicara bohong, mencontek pada saat mengerjakan soal secara jarak jauh dan mencela atau memfitnah temannya dengan tujuan untuk menjatuhkannya.  Dengan kita memberikan contoh perilaku yang jujur, ini akan memberikan dampak yang baik bagi sekeliling kita, terlebih bagi peserta didik kita. Mereka tidak lagi mau untuk berbicara bohong karena ternyata bukan hanya manusia saja yang akan melihat dan menilai perilaku buruk kita, tetapi Allah juga menyaksikan segala perilaku kita di dunia. Mereka akan berani untuk mengatakan yang sebenarnya, berani untuk meminta maaf jika berbuat salah dan rendah hati untuk menerima permintaan maaf orang lain saat kita merasa disakiti.

Itulah tadi beberapa atribut dari sikap kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dengan memiliki beberapa atribut tersebut diharapkan kita dapat membawa perubahan yang signifikan baik untuk diri kita maupun untuk lembaga pendidikan yang kita abdi.


Setiono, S.Pd., Gr.
Setiono, S.Pd., Gr. Seorang guru MI yang menyukai dunia blogging dan teknologi.

Post a Comment for "5 Atribut Leadership Guru yang Membawa Perubahan Positif"